Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bacaan Islami

Fungsi Hadis | Pengertian Bayan Al-Taqrir Dan Teladan Bayan Taqrir

Gambar
A. Pengertian Bayan Taqrir. Bayan al-taqrir disebut juga bayan al-ta’qid atau bayan al-isbat , yakni apabila sunnah/hadis sesuai dengan dan atau menetapkan serta memperkuat apa yang telah diterangkan dalam Al-Qur’an. Fungsi hadis dalam hal ini hanya memperkuat isi atau kandungan Al-Qur’an. Istilah  bayan at-taqrir  atau  bayan at-ta’qid  atau  bayan al-isbat  ini disebut pula dengan  bayan al-muwafiq li nasal-kitab . Karena munculnya hadis-hadis itu sealur atau sesuai dengan nas Al-Qur’an. B. Contoh Bayan Taqrir. Lanjutkan Membaca...

Pengertian Qana'ah, Dalil Perihal Qana'ah, Hikmah Sikap Qana'ah Dan Teladan Sikap Qana’Ah

Gambar
A. Pengertian Qana'ah. Menurut bahasa qana’ah artinya merasa cukup terhadap tunjangan rezeki dari Allah Swt. Sedangkan berdasarkan istilah qana’ah yaitu rela dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menghindari rasa tidak puas dalam mendapatkan tunjangan dari Allah Swt. Dengan sikap inilah maka jiwa akan menjadi tentram dan terjauh dari sifat serakah atau tamak. Meskipun demikian bukan berarti bermalas-malas, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, melainkan dianjurkan berusaha dengan giat, namun apabila balasannya tidak sesuai dengan yang dicita- citakan, tetap dengan rela hati mendapatkan hasil tersebut dengan syukur dan lapang dada. Sikap demikian sanggup mendatangkan ketentraman hidup tanpa melupakan kesejahteraan. B. Komponen Qana’ah. Bersikap qana’ah paling tidak mencakup 5 hal adalah: 1) Menerima dengan rela apa yang ada. 2) Memohon kepada Allah Swt suatu embel-embel rezeki yang layak dan diiringi dengan ikhtiyar. 3) Men...

Pengertian Amanah, Dalil Naqli Wacana Amanah Dan Referensi Wacana Amanah

Gambar
A. Pengertian Amanah. Menurut bahasa amanah diartikan sebagai sesuatu yang dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. Definisi amanah tersebut menawarkan pengertian bahwa setiap amanah selalu melibatkan dua pihak yaitu si pemberi amanah dan si akseptor amanah. Lebih jelasnya, kekerabatan keduanya sanggup dijelaskan dalam kehidupan sehari-hari. Perwujudan atau pelaksanaan (pengamalan) sifat amanah ini secara garis besar tercakup dalam sikap menepati janji. Sebab setiap perbuatan insan yang berkaitan dengan nilai amanah, niscaya ada hubungannya duduk perkara janji. Adapun yang termasuk kesepakatan insan terhadap Allah Swt. itu ialah kesepakatan terhadap sesama insan telah diperkuat dengan nama Allah (sumpah), dan juga kesepakatan insan kepada Allah Swt. langsung, yang disebut Nadzar . Kecuali itu secara watak insan berjanji kepada Allah Swt. berupa legalisasi insan atas duduk perkara ke Tuhanan-Nya. Manusia telah berjanji mengaku Allah Swt. sebagai Tuhan mereka, yang konsekwens...

Isi Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 177

Gambar
A. Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 177 dan Terjemahan. لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ laysa lbirra an tuwalluu wujuuhakum qibala lmasyriqi walmaghribi walaakinna lbirra man aamana bilaahi walyawmi l-aakhiri walmalaa-ikati walkitaabi wannabiyyiina waaataa lmaala 'alaa hubbihi dzawii lqurbaa walyataamaa walmasaakiina wabna lssabiili wassaa-iliina wafii rriqaabi wa-aqaama shshalaata waaataa zzakaata walmuufuuna bi'ahdihim idzaa 'aahaduu washsha...

Kandungan Al-Qur’An Surat An-Nisa’ Ayat 9 Wacana Training Pribadi, Keluarga Dan Masyarakat

Gambar
A. Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat An-Nisa’ Ayat 9 dan Terjemahan. وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا walyakhsya ladziina law tarakuu min khalfihim dzurriyyatan dhi'aafan khaafuu 'alayhim falyattaquu laaha walyaquuluu qawlan sadiidaa “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka bawah umur yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh lantaran itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar” (QS. An-Nisa' : 9) B. Isi Kandungan Al-Qur’an Surat An-Nisa’ Ayat 9. 1) Islam memegang teguh prinsip keadilan. Prinsip ini juga ditegakkan dalam memelihara bawah umur yatim. Yaitu jangan hingga meninggalkan bawah umur yatim sebagai calon generasi muda berada dalam keadaan lemah baik dari segi fisik maupun mental. Pesan ini disampaikan terutama kepa...

Kandungan Al-Qur’An Surat Al-Baqarah Ayat 44-45 Wacana Training Pribadi, Keluarga Dan Masyarakat

Gambar
A. Lafal Bacaan Al-Qur’an Surat  Al-Baqarah Ayat 44-45 dan Terjemahan. أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ata' muruuna nnaasa bilbirri watansawna anfusakum wa-antum tatluuna lkitaaba afalaa ta'qiluun "Mengapa kau suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kau melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kau membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kau berpikir?" (QS. Al-Baqarah : 44) وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ wasta'iinuu bishshabri washshalaati wa-innahaa lakabiiratun illaa 'alaa lkhaasyi'iin "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.” (QS. Al-Baqarah : 45) B. Mufradat. 1). Kata (ٱلْبِرِّ ) al-birr berarti kebajikan dalam segala hal, baik dalam hal keduniaan atau akhirat, maupun int...

Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Ankabut Ayat 17

Gambar
A. Lafal Bacaan Surat al-Ankabut ayat 17 dan Terjemahan. إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوْثَٰنًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ innamaa ta'buduuna min duuni laahi awtsaanan watakhluquuna ifkan inna ladziina ta'buduuna min duuni laahi laa yamlikuuna lakum rizqan fabtaghuu 'inda laahi rrizqa wa'buduuhu wasykuruu lahu ilayhi turja'uun "Sesungguhnya yang kau sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kau menciptakan kebohongan. Sesungguhnya apa yang kau sembah selain Allah itu tidak bisa memperlihatkan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kau akan dikembalikan." (QS. al-‘Ankabut : 17). B. Isi Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Ankabut Ayat 17. (Dan) ingatlah (Ibrahim saat ia berkata kepada kaumnya...

Kitab Hadis Mu’Tabarah | Mengenal Kitab Sunan Bubuk Dawud

Gambar
Kitab “Sunan Abi Dawud” , disusun oleh Imam Abu Dawud saat dia di Tarsus, sebuah kota kecil di Irak, selama dua puluh tahun. Dari 500.000 hadis yang berhasil dikumpulkan, Imam Abu Dawud hanya mencantumkan 4.800 hadis dalam kitab sunan-nya. Kitab “sunan” , berbeda dengan kitab jami’ , musnad , atau yang lainnya. Kalau Jami’ mencakup semua tema keagamaan, sedangkan sunan hanya memuat hadis hadis yang berkaitan dengan dilema fikih saja. Sistematika penulisan hadis di dalamnya pun biasa mengikuti tema-tema yang lazim dalam susunan kitab fikih . Adapun Musnad , ialah kitab hadis yang disusun berdasarkan sanad hadis mata rantai periwayatan hadis dari para sobat Nabi Saw. Biasanya kitab musnad mendahulukan hadis-hadis yang berasal dari sahabat-sahabat utama. Model kitab musnad seperti ini sanggup kita jumpai semisal pada kitab Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. Seleksi yang dilakukan Imam Abu Dawud terhadap hadis demikian ketat sebelum dituliskan dalam kitab Sunan-nya. Hadis hasil seleksi i...

Kitab Hadis Mu’Tabarah | Mengenal Kitab Sahih Al-Bukhari

Gambar
Kitab Sahih al-Bukhari mempunyai judul lengkap Al-Jami al-Musnad as-Sahih al Mukhtasar min Umur Rasulillah wa Sunanih wa Ayyamih. ” Kitab ini disusun selama enam belas tahun, dimulai ketika Imam al-Bukhari berada di Masjid al-Haram, Mekah, dan diselesaikan di Masjid Nabawi Madinah. Menurut Ibnu Salah dan an-Nawawi, kitab ini berisi 7.275 hadis, dikarenakan banyak yang diulang dan kalau tidak diulang, jumlah hadis yang ada di dalamnya sebanyak 4.000 buah hadis. Jumlah hadis sebanyak itu disusun oleh Imam al-Bukhari dan gurunya Syaikh Ishaq yang merupakan hasil saringan dari satu juta hadis yang diriwayatkan oleh 80.000 orang rawi. Imam al-Bukhari populer mempunyai daya hafal yang sangat tinggi. Semua hadis yang dia koleksi dari banyak sekali kota dan dari puluhan ribu rawi tersebut bisa dia hafal. Namun tidak semua hadis yang dia hafal kemudian diriwayatkan dan dituangkan dalam kitabnya, melainkan diseleksi terlebih dahulu secara ketat dengan memutuskan syarat-syarat. Beliau sangat...

Kitab Hadis Mu’Tabarah | Mengenal Kitab Sahih Muslim

Gambar
Kitab ini judul lengkapnya yaitu “al-Musnad as- Sahih al-Mukhtaṣar min as-Sunan bi Naql al-‘Adl ‘an al-‘Adl ‘an Rasulillah”. Secara singkat terjemahan dari judul kitab ini yaitu “Kitab Hadis Bersanad Sahih yang Ringkas Diriwayatkan oleh Orangorang Adil dari Orang-orang Adil dari Rasulullah.” Imam Muslim menghabiskan waktu kurang lebih 15 tahun untuk menyusun kitab ini. Sebelum tetapkan untuk menuliskan sebuah hadis dalam kitab ini, Imam Muslim terlebih dahulu meneliti dan mempelajari keadaan para perawi, menyaring hadis yang akan diriwayatkan, dan membandingkan riwayat yang satu dengan riwayat yang lain. Tentang ketelitian Imam Muslim, sanggup diketahui dari ungkapan ia sendiri, “Tidaklah saya mencantumkan sebuah hadis dalam kitabku ini, melainkan dengan alasan. Tidak pula saya menggugurkan suatu hadis, melainkan dengan alasan pula.” Demikianlah. Sebuah kitab yang agung, luas dan dalam kandungan maknanya. Seolah bahari lepas tak bertepi. Imam Muslim pernah berkata, sebagai ungka...

Kitab Hadis Mu’Tabarah | Mengenal Kitab Sunan An-Nasa’I

Gambar
Kitab Sunan al- Nasa’i termasuk salah satu di antara “al-Kutub as-Sihhah al-Sittah” . Sunan al- Nasa’i terbagi dua, Sunan al-Kubra dan Sunan al-Sugra. Sunan al-Ṣugra  disebut Sunan al-Mujtaba` (Sunan Pilihan), alasannya yaitu kualitas hadis-hadis yang dimuat dalam sunan ini hanya hadis-hadis pilihan. Penulisan kitab Sunan al-Sugra ini dilatarbelakangi oleh insiden dikala Imam al- Nasa’i memperkenalkan sebuah kitab hadis kepada seorang penguasa di kota Ramalah, Palestina. Penguasa itu bertanya kepada al- Nasa’i apakah di dalamnya hanya memuat hadis-hadis sahih. Imam al- Nasa’i menjawab bahwa di dalam kitabnya tersebut dimuat hadis sahih, hasan dan yang mendekati keduanya. Kemudian penguasa itu menyuruh untuk menuliskan hadis-hadis yang sahih saja dalam kitabnya. Kemudian Imam al- Nasa’i meneliti kembali hadis-hadis yang ada pada Kitab Sunan al Kubra, hasilnya, kitab tersebut menjadi ramping dan dinamakan Sunan al-Sugra . Karena isinya pilihan kemudian dinamai pula “Sunan...

Kitab Hadis Mu’Tabarah | Mengenal Kitab Jami’ Sunan At-Tirmizi

Gambar
Salah satu karya besar Imam at-Tirmizi ialah Sunan at-Tirmizi . Kitab hadis karya dia ini termasuk unik, ada yang menyebutnya al-Jami’ lengkapnya al-Jami’ at-Tirmizi . Kedua sebutan ini sah sebab masing-masing mempunyai argumen yang kuat. Disebut “al-Jami’” sebab temanya tidak hanya problem fikih , melainkan meliputi problem persoalan yang memenuhi kriteria kitab al-Jami’.  Ada delapan tema yang minimal harus tercantum dalam sebuah kitab al-Jami’ . Delapan tema itu adalah; akidah ; aturan hukum fikih; pemerdekaan budak; etika makan dan minum ; tafsir Al-Qur’an, sejarah dan biografi tokoh; bepergian (safar); kejadian-kejadian penting dan; pujian terhadap perjalanan hidup seseorang (manaqib). Selain itu, sebuah kitab hadis sanggup saja dinamakan al-Jami’ , secara harfiah berarti menghimpun, apabila mencantumkan hadis- hadis yang telah termuat di dalam kitab-kitab yang sudah ada. Kitab al-Jami’  karya at-Tirmizi di dalamnya membicarakan delapan tema yang ada pada ...

Kitab Hadis Mu’Tabarah | Mengenal Kitab Sunan Ibnu Majah

Gambar
Salah satu dari karya terbesar Imam Ibnu Majah ialah Sunan Ibnu Majah. Nama asal Sunan Ibnu Majah ialah as-Sunan. Nama ini telah dipakai sendiri oleh Ibnu Majah, tetapi kemudian dia memandang bahwa al-Sunan itu terlalu umum alasannya terdapat juga kitab-kitab hadis lain yang dinamakan al- Sunan . Maka dengan itu, dihubungkan nama kitab kepada penyusunnya dan dinamakan Sunan Ibnu Majah . Kitab yang terdiri dari empat jilid ini ialah salah satu karya Ibnu Majah yang masih beredar hingga sekarang. Beliau menyusun sunan menjadi beberapa kitab dan bab. Kitab ini disusun secara baik dan indah berdasarkan sistematika fiqih . Beliau memulai sunan ini dengan penggalan mengikuti sunnah Rasulullah Saw. Dalam penggalan ini dia membahas hadis yang menunjukkan kekuatan sunnah, kewajiban untuk mengikuti dan mengamalkannya. Sebagian ulama sudah setuju bahwa kitab hadis yang pokok ada lima (Kutub al Khamsah), yaitu Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan an Nasa’i, Sunan at-T...

Pengertian Ada’ Al-Hadis, Syarat-Syarat, Metode Dan Lafaz-Lafaz Dalam Ada’ Al-Hadis

Gambar
A. Pengertian Ada’ al-Hadis. Kata Ada’ (اداء) berasal dari kata adda – yuaddi – ada an yang artinya melaksanakan pekerjaan pada waktunya, membayar pada waktunya, atau memberikan kepadanya. Misalnya melaksanakan shalat atau zakat dan atau puasa pada waktunya di sebut adā’ . Sedangkan melaksanakannya di luar waktunya disebut qaḍa. Secara terminologi adā’ mempunyai pengertian : “Meriwayatkan Hadis dan menyampaikannya kepada orang lain dengan memakai bentuk kata tertentu.” Definisi lain dikemukakan dalam Ilmu Mustalaḥ al-Hadis: “Ada’ ialah memberikan hadis dan meriwayatkannya, Sedangkan Ada’ al-hadis ialah memberikan hadis kepada orang lain dan meriwayatkannya sebagaimana ia mendengar sehingga dalam bentuk-bentuk lafal yang digunakan dalam periwayatan. Tidak boleh lafad “haddasani” diganti dengan “ahbarani” atau “sami’tu” atau persamaannya alasannya ialah berbeda makna dalam istilah. Dinukil dari Imam Ahmad, ia berkata: “Ikutilah lafadnya syaikh (guru) yang digunakan dalam...

Pengertian Tahammul Hadis Dan Cara Atau Metode Tahammul Hadis Serta Contohnya

Gambar
A. Pengertian Tahammul Hadis. Secara etimologi tahammul merupakan masdar dari fi’il madi tahammala (حتمل - يتحمل - محل (yang berarti menanggung, membawa, atau biasa diterjemahkan dengan menerima. Berarti Tahammul al-hadis berdasarkan bahasa yaitu mendapatkan hadis atau menanggung hadis. Sedangkan tahammul al-hadis berdasarkan istilah ulama andal hadis, sebagaimana tertulis dalam kitab Taisir Mustalah  al-hadis adalah: “Tahammul artinya mendapatkan hadis dan mengambilnya dari para syaikh atau guru.” Menurut pendapat para ulama bahwa yang dimaksud dengan tahammul yaitu “mengambil atau mendapatkan hadis dari seorang guru dengan salah satu cara tertentu.” Dalam dilema tahammul ini bahu-membahu masih terjadi perbedaan pendapat di antara para kritikus hadis, terkait dengan anak yang masih di anak-anak (belum baligh), apakah nanti boleh atau tidak mendapatkan hadis, yang nantinya juga berimplikasi–seperti diungkapkan oleh al-Kirmani—pada boleh dan tidaknya hadis tersebut diaja...

Kitab Hadis | Pengertian Kitab Al-Jami’ Dan Pola Kitab Al-Jami’

Gambar
A. Pengertian Kitab al-Jami’. Kata al-Jami’ secara etimologi berarti menghimpun, mengumpulkan, dan mencakup. Boleh jadi kata al-Jami’ dimaksudkan kitab yang mencakup, menghimpun atau mengumpulkan segala permasalahan. Secara terminologi diartikan: “Al-Jami’ ialah kitab hadis yang memuat seluruh bab-bab hadis meliputi 8 duduk kasus yaitu duduk kasus keyakinan (aqa’id), aturan (Fikih) , perbudakan (riqaq), budpekerti makan minum, tafsir, sejarah dan riwayat hidup, sifat-sifat budbahasa (syama’il), banyak sekali fitnah (fitan), dan kisah-kisah (manaqib).” Buku hadis al-Jami’ ialah ragam pembukuan hadis yang paling lengkap, alasannya ialah ia meliputi segala permasalahan sebagaimana di atas, tidak hanya terfokus satu duduk kasus saja. Segala aspek agama dan segala aspek kehidupan insan dimuat dalam kitab ersebut. Kelebihan kitab ini ialah sangat jelas, alasannya ialah mempunyai daya tampung yang sangat luas terhadap banyak sekali topik. Hadis sanggup dicari menurut tema yang meli...

Kitab Hadis | Pengertian Kitab As-Sunan Dan Pola Kitab Sunan

Gambar
A. Pengertian Kitab as-Sunan. Secara etimologi kata sunan merupakan bentuk jama’ dari kata sunnah yang diartikan at -tariqah berarti jalan atau al-sirah berarti perjalanan hidup atau sejarah. Secara terminologi sunah yakni segala sesuatu yang tiba dari Nabi Saw. baik perkataan, perbuatan dan persetujuan (taqrīr), sama dengan hadis. Dalam sunan tidak menyebutkan hadis mauquf (berita yang disandarkan kepada sahabat) dan maqthu’ (berita disandarkan kepada tabi’in). Dalam kitab al-Risalah al-Mustat ̣rafah disebutkan bahwa kitab sunan yakni sebagai berikut : “Kitab hadis yang tersusun menurut bab-bab fikih, dari cuilan iman, bersuci, shalat, zakat dan seterusnya. Di dalam kitab ini tidak ada tidak ada hadis mauquf, sebab hadis mawquf tidak dinamakan sunah dalam istilah mereka tetapi dinamakan hadis.” Sementara yang dimaksud kitab sunan di sini yakni himpunan beberapa hadis yang didapat dari para syaikhnya dengan memakai teknik penghimpunan ibarat sistematika kitab fikih pada...

Kitab Hadis | Pengertian Kitab Al-Musannaf Dan Referensi Kitab Musannaf

Gambar
A. Pengertian Kitab al-Musannaf. Kitab Musannaf secara etimologi diartikan sesuatu yang tersusun. Musannaf yakni perkembangan pembukuan Hadis kala ke-2 H tentunya lebih maju dari pada ṣuḥuf atau sahifah pada kala sebelumnya yang hanya penghimpunan hadis saja tanpa menyebutkan pecahan perbab. Tetapi ia tidak lebih maju dari Sunan , alasannya yakni di dalam Sunan sudah terpisahkan antara hadis dari Nabi dan perkataan sahabat. Dalam musannaf penghimpunannya sudah menyebutkan pecahan perbab secara sistematis, tetapi masih campur antara hadis Nabi dan perkataan sahabat. Az-Zahrani menyebutkan pengertian musannaf adalah: “Adalah penghimpunan hadis-hadis yang relevan dalam satu pecahan kemudian dihimpun sejumlah dari beberapa pecahan atau beberapa kitab itu ke dalam sebuah Musannaf.” Musannaf yakni teknik pembukuan hadis secara perbab pada masa kala kedua ini pada umumnya penyusunanya didasarkan pada pembagian terstruktur mengenai aturan fikih dan di dalamnya tercampur antar had...