Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Ayat - Ayat Al-Qur'an Yang Berkaitan Dengan Puasa Ramadhan

Gambar
Adapun definisi dari puasa berdasarkan Islam yaitu menahan diri dari dua syahwat (yaitu perut dan kemaluan) serta dari segala yang memasuki tenggorokan ibarat obat-obatan dan lain sebagainya yang dilakukan mulai dari terbit fajar kedua / shadiq hingga Waktu Buka Puasa yaitu terbenamnya matahari kembali. Disertai oleh niat yang lapang dada dengan tujuan untuk mendapat ridho dari Allah Swt. Adapun ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan puasa Ramadhan sebagai berikut, 1. Ayat Al-Qur'an Tentang Kewajiban Puasa Ramadhan. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Yaa ayyuhaa ladziina aamanuu kutiba 'alaykumu shshiyaamu kamaa kutiba 'alaa ladziina min qablikum la'allakum tattaquun. "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kau berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kau semoga kau bertakwa,"  (QS. Al-Baqarah : 183) Baca Juga : 1.  Kenapa Ra

Isi Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Qashash Ayat 79-82 Wacana Hidup Sederhana

Gambar
A. Bacaan Lafal Surat Al-Qashash Ayat 79-82 dan Artinya. فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ فِى زِينَتِهِۦ ۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا يَٰلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَآ أُوتِىَ قَٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ Fakharaja 'alaa qawmihi fii ziinatihi qaala ladziina yuriiduuna lhayaata ddunyaa yaa layta lanaa mitsla maa uutiya qaaruunu innahu ladzuu hazhzhin 'azhiim. "Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita memiliki ibarat apa yang telah diberikan kepada Karun; bersama-sama ia benar-benar memiliki keberuntungan yang besar". (QS. Al-Qashash : 79) وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ Waqaala ladziina uutuu l'ilma waylakum tsawaabu laahi khayrun liman aamana wa'amila shaalihan walaa yulaqqaahaa illaa shshaabiruun. "Berkatala

Isi Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Israa’ Ayat 26-27 Dan Ayat 29-30

Gambar
A. Bacaan Lafal Surat Qs al-Israa’ Ayat 26-27 dan Ayat 29-30 Serta Artinya. وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا Waaati dzaa lqurbaa haqqahu walmiskiina wabna ssabiili walaa tubadzdzir tabdziiraa. "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang akrab akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kau menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros." (QS. Al-Israa' : 26) إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا Inna lmubadzdziriina kaanuu ikhwaana sysyayaathiini wakaana sysyaythaanu lirabbihi kafuuraa. "Sesungguhnya pemboros-pemboros itu ialah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu ialah sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Israa' : 27) وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ٱبْتِغَآءَ رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُورًا Wa-immaa tu'ridhanna 'anhumu ibtighaa-a ra

Kandungan A-Qur'an Surat Al-Maidah Ayat 87-88 Wacana Makanan Halal Dan Haram

Gambar
A. Lafal Bacaan Al-Qur'an Surat Al-Maidah Ayat 87-88 dan Artinya. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحَرِّمُوا۟ طَيِّبَٰتِ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ Yaa ayyuhaa ladziina aamanuu laa tuharrimuu thayyibaati maa ahalla laahu lakum walaa ta'taduu inna laaha laa yuhibbu lmu'tadiin. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kau haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kau melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Maidah : 87) وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلًا طَيِّبًا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ Wakuluu mimmaa razaqakumu laahu halaalan thayyiban wattaquu laaha ladzii antum bihi mu'minuun. "Dan makanlah masakan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kau beriman kepada-Nya." (Qs. Al-Maid

Isi Kandungan Al-Qur'an Surat An-Nahl Ayat 66-69

A. Lafal Bacaan Al-Qur'an Surat An-Nahl Ayat 66-69. وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَٰمِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهِۦ مِنۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَآئِغًا لِّلشَّٰرِبِينَ Wa-inna lakum fii l-an'aami la'ibratan nusqiikum mimmaa fii buthuunihi min bayni fartsin wadamin labanan khaalishan saa-ighan lisysyaaribiin. "Dan bekerjsama pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang higienis antara tahi dan darah, yang gampang ditelan bagi orang-orang yang meminumnya." (QS. An-Nahl : 66) وَمِن ثَمَرَٰتِ ٱلنَّخِيلِ وَٱلْأَعْنَٰبِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ Wamin tsamaraati nnakhiili wal-a'naabi tattakhidzuuna minhu sakaran warizqan hasanan inna fii dzaalika laaayatan liqawmin ya'qiluun. "Dan dari buah korma dan anggur, kau buat minimuman yang mem

Isi Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 219

Gambar
A. Lafal Bacaan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 219 dan Artinya. يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ Yas-aluunaka 'ani lkhamri walmaysiri qul fiihimaa itsmun kabiirun wamanaafi'u linnaasi wa-itsmuhumaa akbaru min naf'ihimaa wayas-aluunaka maatsaa yunfiquuna quli l'afwa kadzaalika yubayyinu laahu lakumu l-aayaati la'allakum tatafakkaruun. "Mereka bertanya kepadamu perihal khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah pertanda ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kau berfikir," (QS. Al

Keotentikan Al-Qur’An

Gambar
Allah Swt. menegaskan akan senantiasa menjaga atau memelihara kesucian, kemurniaan dan keotentikan kitab suci al-Qur’an. Hal ini sanggup telah dijelaskan dalam QS. al-Hijr ayat 9. إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur’an, dan niscaya Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS. al-Hijr : 9) Sejak diturunkan sampai kiamat kelak kemurnian dan kautentikan al-Qur’an akan senantiasa terjaga. Hal ini disebabkan lantaran kemu’jizatan yang terkandung di dalam al-Qur’an itu sendiri, baik dari aspek bahasa dan uslubnya maupun dari aspek isi kandungannya yang memang terbukti tak satupun insan yang sanggup menggandakan atau mendatang semisal-nya. Dalam hal terjaganya kemurnian dan keotentikan al-Qur’an ini, al-Qur’an mengajukan tantangan terutama kepada orang-orang kafir dan siapapun yang mewaspadai kebenarannya. Mereka menuduh bahwa al-Qur’an hanyalah homogen mantera-mantera tukang tenung dan kumpulan syair-syair. Mereka m

Tujuan Dan Fungsi Al-Qur’An

Gambar
Tujuan dan Fungsi Al-Qur’an Allah Swt telah menurunkan al-Qur’an dengan membawa kebenaran yang hakiki. al-Qur’an mempunyai beberapa fungsi dan tujuan bagi kehidupan umat manusia, terutama umat Islam. Di antara tujuan dan fungsi diturunkannya al-Qur’an oleh Allah Swt. adalah: a. Al-Qur’an sebagai Petunjuk bagi Manusia. Al-Qur’an telah diturunkan oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. melalui perantaraan malaikat Jibril as. sebagai petunjuk bagi manusia. Dengan mengikuti petunjuk al-Qur’an tersebut, insan akan mempunyai arah dan tujuan hidup yang terperinci dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Banyak ayat al-Qur’an yang menjelaskan perihal fungsi al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Beberapa ayat di antaranya yaitu sebagai berikut : شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُ

Syarat Wajib Memandikan Mayat Dan Orang Yang Berhak Memandikan Jenazah

Gambar
A. Syarat-syarat Wajib Memandikan Jenazah. 1. Jenazah itu orang muslim atau muslimah. Apa pun aliran, mazhab, ras, suku , dan profesinya . 2. Badannya, anggota badannya masih ada sekalipun hanya sedikit atau sebagian saja. 3. Keadaan jasadnya masih utuh (belum rusak alasannya kematiannya sudah terlalu lama) 4. Jenazah itu bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela islam). Karena orang yang mati syahid menyerupai ini dihentikan dimandikan. Hal sesuai dengan sabda Nabi Saw: لا تغسلوهم فإن كل جرح أوكل دم يفوح مسكا يوم القيامة Artinya: “Janganlah engkau memandikan mereka, alasannya setiap luka atau setiap darah (yang menetes) akan berbau wangi kelak di hari kiamat” (HR. Imam Ahmad) B. Orang Yang Berhak Memandikan Jenazah. 1. Apabila mayat itu laki-laki, yang memandikannya hendaklah pria pula. Perempuan dihentikan memandikan mayat laki-laki, kecuali istri dan mahram-nya. 2. Apabila mayat itu perempuan, hendaklah dimandikan oleh wanita pula, pria dihentikan memandi

Isi Kandungan Al-Qur'an Surat At-Taubah Ayat 105 Wacana Etos Kerja

Gambar
Sudah menjadi kewajiban insan sebagai makhluk yang mempunyai banyak kebutuhan dan kepentingan dalam kehidupannya untuk berusaha memenuhinya. Seorang muslim haruslah menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat. Tidaklah semata hanya berorientasi pada kehidupan darul abadi saja, melainkan harus memikirkan kepentingan kehidupannya di dunia. Untuk menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat, wajiblah seorang muslim untuk bekerja. Dalam al-Qur’an maupun hadis, banyak ditemukan literatur yang memerintahkan seorang muslim untuk bekerja dalam rangka memenuhi dan melengkapi kebutuhan duniawi. Salah satu perintah Allah kepada umat-Nya untuk bekerja termaktub dalam al-Qur'an Surat at-Taubah. A. Lafal Bacaan Al-Qur'an Surat At-Taubah Ayat 105 dan Artinya. وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ Waquli i'maluu fasayaraa laahu 

Pengertian Perbankan Dan Macam Macam Bank Dari Segi Penerapan Bunga

Gambar
A. Pengertian Bank. Bank yaitu sebuah forum keuangan yang bergerak dalam menghimpun dana masyarakat dan disalurkannya kembali dengan memakai sistem bunga. Dengan demikian, hakikat dan tujuan bank ialah untuk membantu masyarakat yang memerlukan, baik dalam menyimpan maupun meminjamkan, baik berupa uang atau barang berharga lainnya dengan imbalan bunga yang harus dibayarkan oleh masyarakat pengguna jasa bank. B. Macam-Macam Bank. Bank dilihat dari segi penerapan bunganya, sanggup dikelompokkan menjadi dua, yaitu menyerupai berikut. 1. Bank Konvensional. Bank konvensional ialah bank yang fungsi utamanya menghimpun dana untuk disalurkan kepada yang memerlukan, baik perorangan maupun tubuh usaha, guna menyebarkan usahanya dengan memakai sistem bunga. 2. Bank Islam atau Bank Syari’ah. Bank Islam atau bank syari’ah ialah bank yang menjalankan operasinya berdasarkan syariat Islam. Istilah bunga yang ada pada bank konvensional tidak ada dalam bank Islam. Bank syariah memakai bebera

Pengertian Dan Ruang Lingkup Fikih

Gambar
A. Pengertian Fikih. Kata fikih ialah bentukan dari kata fiqhun yang secara bahasa berarti (pemahaman yang mendalam) yang menghendaki pengerahan potensi akal. Ilmu fikih merupakan salah satu bidang keilmuan dalam syariah Islam yang secara khusus membahas duduk kasus aturan atau aturan yang terkait dengan banyak sekali aspek kehidupan manusia, baik menyangkut individu, masyarakat, maupun kekerabatan insan dengan Penciptanya. Definisi fikih secara istilah mengalami perkembangan dari masa ke masa, sehingga tidak pernah sanggup kita temukan satu definisi yang tunggal. Pada setiap masa itu para andal merumuskan pengertiannya sendiri. Sebagai misal, Abu Hanifah mengemukakan bahwa fikih ialah pengetahuan insan wacana hak dan kewajibannya. Dengan demikian, fikih sanggup dikatakan mencakup seluruh aspek kehidupan insan dalam berislam, yang sanggup masuk pada wilayah akidah, syariah, ibadah dan akhlak . Pada perkembangan selanjutnya, kita jumpai definisi yang paling populer, yakni defi

Pengertian Zakat Dan Hikmah Disyariatkan Zakat

Gambar
A. Pengertian Zakat. Zakat ialah kata bahasa Arab “az-zakah” . Ia ialah masdar dari fi’il madli “zakka” , yang berarti bertambah, tumbuh dan berkembang. Ia juga bermakna suci. Dengan makna ini Allah Swt berfirman: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا “Sungguh beruntung orang yang menyucikan hati”. (QS. Asy Syams : 9) Harta ini disebut zakat alasannya ialah sisa harta yang telah dikeluarkan sanggup berkembang karena barakah doa orang-orang yang menerimanya. Juga alasannya ialah harta yang dikeluarkan ialah kotoran yang akan membersihkan harta seluruhnya dari syubhat dan menyucikannya dari hak-hak orang lain di dalamnya. Zakat berdasarkan istilah (syara’) artinya sesuatu yang hukumnya wajib diberikan dari sekumpulan harta benda tertentu, berdasarkan sifat dan ukuran tertentu kepada golongan tertentu yang berhak menerimanya. Hukum mengeluarkan zakat ialah fardhu ‘ain , sebagaimana firman Allah Swt Al-Qur'an Surat Al-Baqarah : 267: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟

Perilaku Amanah Dan Hikmah Sikap Amanah Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Gambar
A. Pengertian Amanah. Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). Amanah juga berarti pesan yang dititipkan sanggup disampaikan kepada orang yang berhak. Amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang ialah hak-hak Allah Swt., menyerupai shalat, zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya. Amanah berkaitan bersahabat dengan tanggung jawab. Orang yang menjaga amanah biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga amanah disebut orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian sanggup disimpulkan bahwa menjaga amanah itu penting. Kalau kalian oke dengan pernyataan ini, mulai kini kalian harus berlatih untuk menjaga amanah . Kalian harus berlatih untuk bertanggung jawab. Untuk berlatih tidak sulit. Mulailah dari menjaga amanah yang kecil-kecil, menyerupai bertanggung jawab ketika piket kebersihan. Kalian berguru dan sekolah dengan sungguh-sungguh. Itu juga bab dari menjaga amanah . Melaksanakan ibadah shalat juga bab dar

Macam-Macam Bentuk Amanah Dalam Kehidupan

Gambar
A. Pengertian Amanah. Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya). Amanah juga berarti pesan yang dititipkan sanggup disampaikan kepada orang yang berhak. Amanah yang wajib ditunaikan oleh setiap orang ialah hak-hak Allah Swt., menyerupai Shalat, zakat, puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya. Amanah berkaitan bersahabat dengan tanggung jawab. Orang yang menjaga amanah biasanya disebut orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga amanah disebut orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian sanggup disimpulkan bahwa menjaga amanah itu penting. Kalau kalian oke dengan pernyataan ini, mulai kini kalian harus berlatih untuk menjaga amanah . Kalian harus berlatih untuk bertanggung jawab. Untuk berlatih tidak sulit. Mulailah dari menjaga amanah yang kecil-kecil, menyerupai bertanggung jawab ketika piket kebersihan. Kalian berguru dan sekolah dengan sungguh-sungguh. Itu juga bab dari menjaga amanah. Melaksanakan ibadah shalat juga bab dari

Kebaikan Hati Dengan Perilaku Adil

Gambar
Oleh Muhammad Ilham Syahroni  Mahasiswa STEI SEBI DEPOK <syahroniilham01@gmail.com> Al-‘adl yakni berprilaku adil. Perilaku adil merupakan kebaikan qolbu (hati). Sedangkan sikap zalim merupakan kerusakan qolbu (hati), oleh alasannya yakni itu, seseorang yang melaksanakan dosa apa saja berarti ia telah menzalimi dirinya sendiri, alasannya yakni kezaliman itu kebalikan dari keadilan. Kaprikornus ia telah berprilaku adil terhadap dirinya sendiri , akan tetapi berprilaku zalim. Kebaikan qolbu itu terletak pada sikap adil. Sedangkan kerusakan hati itu terletak pada sikap zalim. Kalau seorang hamba menzalimi dirinya sendiri,berarti dialah yang berprilaku zalim dan ia pula yang telah dizalimi. Demikian juga dikala ia berprilaku adil, dirinyalah yang berprilaku adil, dirinyalah yang berprilaku adil dan dirinya juga yang diperlakukan adil. Karena dialah yang melaksanakan dan kepadanyalah akhir perbuatan itu akan kembali, baik berupa kebaikan tau keburukan. Allah Subhanahuwata’al